• 27

    Aug

    Mempertahankan Pencapaian Taubatan Nashuha

    Selama bulan puasa, sekian banyak aktivitas positif yang kita lakukan. Sekian banyak pula kebiasaan lama yang kita tinggalkan. Kesadaran akan kesalahan dan dosa pun telah kita bisikan kepada Allah, diserta dengan tekad untuk tidak mengulanginya. Itu semua dalam rangka menyucikan dan mengembangkan daya-daya positif kita sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Banyak pelajaran yang kita raih dari Ramadhan. Ia telah mengajar kita dan kita pun telah buktikan, bahwa apa yang pada mulanya terasa berat, dari hari ke hari semakin ringan dan ringan, hingga tak lagi terasa berat. Melalui puasa juga kita buktikan nafsu bagaikan bayi. Memang pada mulanya ia meronta ketika akan disapih, tetapi jika ibu berkeras, pada akhirnya sang bayi menerima lalu melupakan tuntunannya. Puasa juga membuktikan bahwa j
  • 24

    Aug

    Dawah yang Bijak

    Dawah adalah ajakan kebaikan dengan cara yang terbaik. Ia adalah upaya memberi hidayat berupa petunjuk. Hidayah seakar dengan kata hadiah. Yakni sesuatu yang seyogianya baik/bermanfaat, yang dikemas dengan indah dan diserahkan dengan lemah lembut. Sejak dini, Nabi Muhammad Saw diingatkan al-Quran bahwa Sekiranya engkau berucap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu [QS Ali Imran [3]: 159]. Berucap kasar menggambarkan sisi luar manusia, dan berhati keras menunjuk sisi dalamnya. Keduanyaberucap kasar dan berhati keras–perlu disingkirkan secara bersamaan, karena boleh jadi ada yang berucap kasar tapi hatinya lembut, atau ucapannya manis tapi hatinya busuk. Yang berdawah menggabungkan perilaku yang sopan, kata-kata yang indah, sekaligus hati yang luh
  • 20

    Aug

    BERLALU-LINTAS

    Hamba-hamba ar-Rahmn Tuhan Pencurah kasih ialah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik [QS al-Furqn [25]: 63]. Kandungan pesan di atas sejalan dengan kandungan yang pesan QS al-Isra’ [17]: 37 yaitu: Janganlah engkau –siapapun engkau– berjalan di persada bumi penuh keangkuhan/ugal-ugalan. Itu hanya dapat engkau lakukan kalau engkau telah dapat meraih segala sesuatu, padahal meskipun engkau berusaha sekuat tenaga tetap saja kakimu tidak dapat menembus bumi walau sekeras apa pun hentakan-nya, dan kendati engkau telah merasa setinggi apapun, namun kepalamu tidak akan dapat setinggi gunung. Dalam konteks cara jalan, Nabi Saw mengingatkan agar tidak berjalan, membusungkan dada.
  • 17

    Aug

    Kemerdekaan dan Kebebasan

    [Renungkanlah], ketika Musa berkata kepada kaumnya: Hai kaumku, ingatlah ni’mat Allah atas kamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kamu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepada kamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain. [QS 5: 20]. Kemerdekaan adalah anugerah Allah kepada setiap pribadi. Ketika salah seorang anak Gubernur Mesir menampak seorang rakyat jelata yang kemudian pergi mengadu kepada Umar Ibn Al-Khaththab ra, sang Khalifah itu mengecam Gubernurnya sambil berkata, Sejak kapan kalian memperbudak manusia, pada hal ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka. Kemerdekaan bagi seseorang atau satu bangsa adalah kepemilikan wewenang dan kemampuan pengaturan, terhadap diri sebagai indiv
  • 13

    Aug

    Berlomba dalam Kebajikan

    Bulan Ramadhan diibaratkan sebagai tanah yang subur. Apapun yang Anda tabur akan tumbuh subur, kendati Anda tak menaburi lahan dengan pupuk, atau benih yang Anda tanam kurang berkualitas. Karena suburnya, sehingga kendati Anda tidak menabur, lahan itu pun akan dipenuhi alang-alang. Ada juga yang mengibaratkan bulan suci itu sebagai bulan sale [obral] yang supermarket-nya terdapat di mana-mana, serta terbuka sepanjang saat menawarkan aneka komuditi dengan harga yang sangat sangat murah. Yang dibutuhkan untuk meraihnya hanya melangkah satu dua langkah. bahkan menampakkan keinginan pun walau tak melangkah dapat mengundang pemilik supermarket mengirimkan sekian banyak hadiah untuk merangsang Anda melangkah ke sana. Dalam bahasa agama, keinginan tersebut dinamai niat yang tulus untuk berbuat
  • 10

    Aug

    PUASA DAN KECERDASAN SPIRITUAL & EMOSIONAL

    Allah swt menganugerahi setiap manusia nafsu dan dorongan syahwat serta memperindah hal itu dalam dirinya (QS. [3]: 14), agar menjadi pendorong utama “memelihara diri” dan “memelihara jenis. Dari keduanya lahir aneka dorongan, seperti memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, keinginan untuk memiliki, dan hasrat untuk menonjol. Semuanya berhubungan erat dengan dorongan (fithrah) memelihara diri, sedangkan dorongan seksual berkaitan dengan upaya manusia memelihara jenisnya. Setan seringkali juga memperindah hal-hal tersebut pada diri manusia, guna melengahkan manusia dari tugas kekhalifaan. Seks, jika diperindah setan, maka ia dijadikan tujuan. Cara dan dengan siapapun, tidak lagi diindahkan. Kecintaan kepada anak, jika diperindah setan maka subyektivitas akan muncul. Ba
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post